Kalau kamu pernah berdiri di pinggir jalan desa terutama di daerah jawa, lalu tiba-tiba tanah terasa bergetar, dada seperti ditekan angin, dan suara bass datang dari kejauhan, kemungkinan besar itu bukan gempa. Itu adalah sound horeg sedang lewat.
Fenomena ini bukan sekadar soal suara keras. Di banyak daerah, sound horeg sudah menjadi pertunjukan, kebanggaan, bahkan simbol kekuatan sebuah sound system.
Ketika Suara Tidak Lagi Cukup Didengar, Tapi Harus Dirasakan
Pada awalnya, sound system di desa hanya punya satu tujuan: mengiringi acara. Hajatan, pentas dangdut, pengajian, atau karnaval. Tapi lama-kelamaan, muncul satu “tantangan tak tertulis”:
Siapa yang suaranya paling terasa di dada?
Dari sinilah filosofi sound horeg lahir. Bukan lagi soal jernih atau tidak, tapi soal siapa yang bisa membuat orang berhenti bicara karena dadanya ikut bergetar.
Kata “horeg” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergetar hebat. Dan tepat di situlah identitas ini terbentuk.
Dari Bengkel Kayu ke Menara Speaker
Dulu, box speaker dibuat di bengkel sederhana. Kayu dipotong manual, desainnya meniru-niru dari tetangga atau dari lihat panggung orkes.
Sekarang? Sound horeg berubah jadi arsitektur berjalan.
Disusun bertingkat seperti tembok
Tingginya bisa menyaingi rumah
Penuh subwoofer, mid, driver, dan tweeter
Ditambah lampu, braket besi, dan rangka custom
Sound system tidak lagi sekadar alat, tapi karya visual dan teknis.
Mentalitas “Kalau Belum Bikin Orang Pegang Dada, Berarti Belum Horeg”
Di dunia sound horeg, ada satu hukum tidak tertulis:
Kalau belum bikin orang senyum sambil meringis, berarti belum sukses.
Bass harus:
Terasa di perut
Menekan dada
Bikin celana dan kaos ikut bergetar
Bukan untuk menyakiti, tapi untuk memberi sensasi.
Itulah kenapa sound horeg berbeda dengan sound quality. Di sini, yang dikejar bukan kelembutan suara, tapi energi dan tekanan.
Kenapa Sound Horeg Bisa Meledak di Media Sosial?
Jawabannya sederhana:
Karena ini tidak normal, dan manusia suka hal yang tidak normal.
Truk penuh speaker, disusun seperti robot raksasa, lewat di jalan desa sambil menggetarkan rumah-rumah. Itu tontonan yang:
Sulit diabaikan
Enak direkam
Mudah viral
TikTok, Facebook, dan YouTube akhirnya penuh dengan konten sound horeg.
Dan sejak itu, sound horeg bukan lagi milik satu daerah. Ia jadi gerakan nasional.
Evolusi: Dari Nekat Jadi Pintar
Dulu, banyak sistem sound horeg yang:
Panas
Mudah jebol
Listrik tidak stabil
Power sering mati mendadak
Sekarang, pemainnya jauh lebih paham:
Pembagian beban speaker
Manajemen daya
Pendinginan sistem
Mereka tidak lagi cuma mengejar “keras”, tapi keras yang bisa bertahan lama.
Industri Audio Ikut Berubah
Karena budaya ini, banyak:
Produsen speaker lokal berkembang
Power rakitan naik level
Toko audio mulai fokus ke pasar ekstrem
Salah satu tempat yang bisa jadi referensi dunia audio dan sound system adalah Betavo Audio. Kamu bisa lihat berbagai pembahasan dan produk audio di sini:
👉 sound horeg: https://www.betavoaudio.com/
Di sana, kamu bisa mulai memahami bahwa sound horeg bukan cuma soal nekat, tapi juga soal teknik dan perhitungan.
Sound Horeg Itu Budaya, Bukan Sekadar Berisik
Bagi orang luar, ini mungkin cuma ribut. Tapi bagi yang di dalamnya, sound horeg adalah:
Kebanggaan
Hobi
Identitas
Ajang unjuk kemampuan
Setiap susunan speaker adalah pernyataan:
“Ini karya kami.”
Masa Depan Sound Horeg
Ke depan, sound horeg kemungkinan akan:
Lebih rapi secara sistem
Lebih aman secara listrik
Lebih kreatif secara visual
Bukan tidak mungkin, suatu hari akan ada festival sound horeg nasional dengan standar teknis dan penilaian profesional.
Penutup
Sound horeg lahir dari desa, dari kreativitas, dari keinginan untuk membuat suara bukan cuma terdengar, tapi terasa.
Dan selama masih ada orang yang tersenyum ketika dadanya bergetar oleh bass, sound horeg tidak akan pernah mati
.jpg)
