Tuesday, 6 January 2026

Asal Usul Sound Horeg: Dari Getaran Desa Sampai Jadi Simbol Keku


Kalau kamu pernah berdiri di pinggir jalan desa terutama di daerah jawa, lalu tiba-tiba tanah terasa bergetar, dada seperti ditekan angin, dan suara bass datang dari kejauhan, kemungkinan besar itu bukan gempa. Itu adalah sound horeg sedang lewat.

Fenomena ini bukan sekadar soal suara keras. Di banyak daerah, sound horeg sudah menjadi pertunjukan, kebanggaan, bahkan simbol kekuatan sebuah sound system.

sound horeg betavo audio


Ketika Suara Tidak Lagi Cukup Didengar, Tapi Harus Dirasakan

Pada awalnya, sound system di desa hanya punya satu tujuan: mengiringi acara. Hajatan, pentas dangdut, pengajian, atau karnaval. Tapi lama-kelamaan, muncul satu “tantangan tak tertulis”:

Siapa yang suaranya paling terasa di dada?

Dari sinilah filosofi sound horeg lahir. Bukan lagi soal jernih atau tidak, tapi soal siapa yang bisa membuat orang berhenti bicara karena dadanya ikut bergetar.

Kata “horeg” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergetar hebat. Dan tepat di situlah identitas ini terbentuk.

Dari Bengkel Kayu ke Menara Speaker

Dulu, box speaker dibuat di bengkel sederhana. Kayu dipotong manual, desainnya meniru-niru dari tetangga atau dari lihat panggung orkes.

Sekarang? Sound horeg berubah jadi arsitektur berjalan.

  • Disusun bertingkat seperti tembok

  • Tingginya bisa menyaingi rumah

  • Penuh subwoofer, mid, driver, dan tweeter

  • Ditambah lampu, braket besi, dan rangka custom

Sound system tidak lagi sekadar alat, tapi karya visual dan teknis.

Mentalitas “Kalau Belum Bikin Orang Pegang Dada, Berarti Belum Horeg”

Di dunia sound horeg, ada satu hukum tidak tertulis:

Kalau belum bikin orang senyum sambil meringis, berarti belum sukses.

Bass harus:

  • Terasa di perut

  • Menekan dada

  • Bikin celana dan kaos ikut bergetar

Bukan untuk menyakiti, tapi untuk memberi sensasi.

Itulah kenapa sound horeg berbeda dengan sound quality. Di sini, yang dikejar bukan kelembutan suara, tapi energi dan tekanan.



Kenapa Sound Horeg Bisa Meledak di Media Sosial?

Jawabannya sederhana:
Karena ini tidak normal, dan manusia suka hal yang tidak normal.

Truk penuh speaker, disusun seperti robot raksasa, lewat di jalan desa sambil menggetarkan rumah-rumah. Itu tontonan yang:

  • Sulit diabaikan

  • Enak direkam

  • Mudah viral

TikTok, Facebook, dan YouTube akhirnya penuh dengan konten sound horeg.

Dan sejak itu, sound horeg bukan lagi milik satu daerah. Ia jadi gerakan nasional.

Evolusi: Dari Nekat Jadi Pintar

Dulu, banyak sistem sound horeg yang:

  • Panas

  • Mudah jebol

  • Listrik tidak stabil

  • Power sering mati mendadak

Sekarang, pemainnya jauh lebih paham:

Mereka tidak lagi cuma mengejar “keras”, tapi keras yang bisa bertahan lama.

Industri Audio Ikut Berubah

Karena budaya ini, banyak:

  • Produsen speaker lokal berkembang

  • Power rakitan naik level

  • Toko audio mulai fokus ke pasar ekstrem

Salah satu tempat yang bisa jadi referensi dunia audio dan sound system adalah Betavo Audio. Kamu bisa lihat berbagai pembahasan dan produk audio di sini:

👉 sound horeg: https://www.betavoaudio.com/

Di sana, kamu bisa mulai memahami bahwa sound horeg bukan cuma soal nekat, tapi juga soal teknik dan perhitungan.

Sound Horeg Itu Budaya, Bukan Sekadar Berisik

Bagi orang luar, ini mungkin cuma ribut. Tapi bagi yang di dalamnya, sound horeg adalah:

  • Kebanggaan

  • Hobi

  • Identitas

  • Ajang unjuk kemampuan

Setiap susunan speaker adalah pernyataan:

“Ini karya kami.”

Masa Depan Sound Horeg

Ke depan, sound horeg kemungkinan akan:

  • Lebih rapi secara sistem

  • Lebih aman secara listrik

  • Lebih kreatif secara visual

Bukan tidak mungkin, suatu hari akan ada festival sound horeg nasional dengan standar teknis dan penilaian profesional.

Penutup

Sound horeg lahir dari desa, dari kreativitas, dari keinginan untuk membuat suara bukan cuma terdengar, tapi terasa.

Dan selama masih ada orang yang tersenyum ketika dadanya bergetar oleh bass, sound horeg tidak akan pernah mati